Print

Data Sosial

Last Updated: 28 July 2021
Hits: 88

2.1.  KESEHATAN

Sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Barito Timur dapat dikatakan cukup lengkap. Di seluruh kecamatan tersebar puskesmas dan puskesmas pembantu yang siap untuk melayani masyarakat. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terletak di ibu kota kabupaten, yaitu di Kelurahan Tamiang Layang. Terdapat 11 orang dokter spesialis di RSUD Tamiang Layang dan terdapat 34 jumlah ruang perawatan dan 102 ranjang perawatan. Untuk dokter umum selain di RSUD juga terdapat di seluruh puskesmas di Kabupaten Barito Timur, minimal 1 orang dokter umum. Untuk tenaga kesehatan dokter gigi hanya terdapat di RSUD, UPTD Puskesmas Pasar Panas, UPTD Puskesmas Tamiang Layang, UPTD Puskesmas Ampah.

Pada 10 penyakit terbanyak di Barito Timur, jenis penyakit diabetes menduduki posisi teratas yaitu 336 kasus. Untuk kesehatan persalinan terdapat 0,22 persen kematian ibu dan 0,83 persen kematian bayi.  Kematian ibu tertinggi pada proses persalinan ada di Kecamatan Benua Lima yaitu 1,33 persen dan kematian bayi tertinggi pada proses persalinan ada di Kecamatan Paju Epat yaitu 1,71 persen. Untuk kasus bayi berat badan lahir rendah pada tahun 2020 ada 3,47 persen. Jumlah ibu hamil pada tahun 2020 meningkat sebesar 1,63 persen dari tahun sebelumnya.

Jumlah pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2020 adalah 23.516 pasang. Terdapat  79,79 persen (18.763) peserta KB aktif di Kabupaten Barito Timur. Alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh peserta KB aktif adalah pil dan suntikan masing-masing 44,33 persen dan 37,16 persen.              

Di Kabupaten Barito Timur terdapat sebanyak 84.183 anggota aktif dari BPJS Kesehatan. Kecamatan dengan anggota BPJS Kesehatan terbanyak berasal dari Kecamatan Dusun Timur dengan porsi 24,63 persen. Untuk jenis keanggotaan BPJS Kesehatan mayoritas adalah anggota kelas III yaitu 71,06 persen, sedangkan untuk kelas II adalah 16,09 persen, dan untuk kelas I adalah 12,85 persen.

 

2.2.  PENDIDIKAN

Keberadaan sarana pendidikan di tiap kecamatan sangat penting untuk perkembangan sumber daya manusia di Barito Timur. Dari jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) sederajat sampai sekolah menengah pertama sederajat sudah ada di masing-masing kecamatan. Hanya Sekolah Luar Biasa (SLB) saja yang baru terdapat di ibukota kabupaten, yaitu di Kecamatan Dusun Timur. Untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru terdapat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Dusun Timur, Kecamatan Raren Batuah, dan Kecamatan Paku. Untuk Madrasah Aliyah (MA) terdapat di Kecamatan Dusun Timur dan Kecamatan Dusun Tengah.

Pada tahun ajaran 2020/2021 semester ganjil, rasio murid terhadap guru pada masing-masing jenjang cukup ideal. Seorang guru rata-rata menangani 6 orang pada jenjang TK, 7 orang pada jenjang SD, 7 orang pada jenjang SMP, 9 orang pada jenjang SMA, 9 orang pada jenjang SMK, dan 3 orang pada jenjang SLB.

 

2.3.  AGAMA

Bangunan Tempat peribadahan tersebar di seluruh kecamatan, kecuali untuk bangunan pura hanya terdapat di Kecamatan Dusun Tengah dan vihara di Kecamatan Patangkep Tutui. Mesjid dan mushola paling banyak terdapat di Kecamatan Dusun Tengah, gereja protestan dan gereja katolik paling banyak terdapat di Kecamatan Dusun Timur, dan balai basarah banyak terdapat di Dusun Tengah.

 

2.4.  OLAHRAGA

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga pada tahun 2020 terdapat 15 orang atlet berprestasi di Kabupaten Barito Timur. Atlet berprestasi terbanyak berasal dari cabang olahraga panjat tebing. Sedangkan untuk organisasi keolahragaan terdapat sebanyak 22 organisasi yang terdaftar pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga. Untuk klub-klub olahraga yang terdaftar mayoritas dari cabang olahraga sepakbola dan futsal.

Sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Barito Timur telah tersebar di seluruh kecamatan, khususnya lapangan bola voli. Untuk sarana dan prasarana panjat tebing hanya terdapat 1 (satu) sarana di Kecamatan Dusun Timur. Diharapkan dengan banyaknya atlet berprestasi di cabang olahraga panjat tebing maka sarana dan prasarana untuk panjat tebing dapat diperbanyak dan dibangun di seluruh kecamatan di Kabupaten Barito Timur, sehingga dapat menjaring lebih banyak lagi atlet-atlet panjat tebing yang berprestasi.